selalu saja, dengan berada pada kesalahan yang sama. dengan titik dan puncak yang sama. selalu terbebani tapi kau tak mengerti. kau sadar, tapi apa perlu ku ucap agar kau berubah? apa penting dan harus melakukan hal yang membuatmu berubah? ah rasanya pun tak akan kau gubris. dan aku hanya diam tak melakukan apapun dan selalu menyakiti hatiku? ya, aku memang tak berdaya. tak sekuatmu yang mempertahankan statment bahwa semua yang kau jalani benar dan baik untukku. tapi aku ini bukan kau yang sama pola pikirnya. yang selalu setuju dengan pendapatmu, tapi selalu kau samakan agar terlihat menjadi paduan yang baik. pintarnya dirimu merajut helai yang berbeda warna tapi kau susupi dengan tumpahan tinta agar semuanya terlihat sama meskipun jelas berbeda. kau pandai mengajakku menyelami dalamnya danau yang jelas jelas aku tak mampu untuk melakukannya. Kau paksa, aku sanggup, kau tersenyum, aku melihatnya, kau tenang, aku pasrah, kau bergembira, aku sedikit demi sedikit menitihkan kesedihanku yang tak dapat kau baca. karena kau hanya membaca apa yang kau tulis, bukan apa yang kubaca.kesalahan yang sama?
selalu saja, dengan berada pada kesalahan yang sama. dengan titik dan puncak yang sama. selalu terbebani tapi kau tak mengerti. kau sadar, tapi apa perlu ku ucap agar kau berubah? apa penting dan harus melakukan hal yang membuatmu berubah? ah rasanya pun tak akan kau gubris. dan aku hanya diam tak melakukan apapun dan selalu menyakiti hatiku? ya, aku memang tak berdaya. tak sekuatmu yang mempertahankan statment bahwa semua yang kau jalani benar dan baik untukku. tapi aku ini bukan kau yang sama pola pikirnya. yang selalu setuju dengan pendapatmu, tapi selalu kau samakan agar terlihat menjadi paduan yang baik. pintarnya dirimu merajut helai yang berbeda warna tapi kau susupi dengan tumpahan tinta agar semuanya terlihat sama meskipun jelas berbeda. kau pandai mengajakku menyelami dalamnya danau yang jelas jelas aku tak mampu untuk melakukannya. Kau paksa, aku sanggup, kau tersenyum, aku melihatnya, kau tenang, aku pasrah, kau bergembira, aku sedikit demi sedikit menitihkan kesedihanku yang tak dapat kau baca. karena kau hanya membaca apa yang kau tulis, bukan apa yang kubaca.Acuh?
menyedihkan memang mengumbar kata yang pada awalnya bertujuan agar kau tau hati ini tidaklah hanya untuk memuaskan campakanmu saja, tetapi juga untuk kau rawat sedemikian rupa agar bisa ku mengerti bagaimana caramu munuliskannya didasar hatiku. Kini kian dan semakin merapuh entah bagaimana nanti jadinya akupun tak tahu. Ku tetap berupaya keras agar kokohnya tak habis tertelan ribuan detik yang berjalan. Sederhana memang untuk membuatku mengerti, rumit memang untuk membuatmu sadar akan hal itu. Tak perlu banyak kata yang harus ku ungkap, karena seharusnya kau sudah mengerti tanpa ku ucap dengan lekukan lidahku ini. kau tetap tak sadar dan hanya menganggapnya biasa saja seperti hal yang tidak penting. Tetapi jika ku sadarkan itu hanya membuat ragamu terasa hambar bahkan kau sendiri akan merasa tak sadar bahwa ragamu ada bersamamu. Ya, aku butuh perhatianmu, lalu apa? hanya kau diam? tak melakukan apapun? lalu mengacuhkannya? lalu aku? menangis tersedu-sedu? memikirkannya terus menerus? perlu ku tertawakan? Lalu siapa yang salah? Tak ada? ya mungkin dan bsa jadi.Biology- Limbah Plastik
TUGAS BIOLOGI
Disusun Oleh :
Dara Hermalita N.
XG/10
Minggu, 5 Mei 2013
Kasus / Kegiatan
-Banyaknya Limbah Plastik di sekitar SMA NEGERI 1 KASIHAN BANTUL-
?
Permasalahan : Banyaknya limbah plastik disekitar sekolah kita memang tidak dapat dipungkiri, terutama bagi warga sekolah yang membeli berbagai macam makanan & minuman yang akan menyisakan bungkus makanan dan atau minuman yang berupa sampah/limbah plastik. Permasalahan ini muncul disebabkan oleh berbagai hal yang mungkin akan rumit untuk ditanggulanginya. Banyaknya warga sekolah yang tidak membawa media untuk pengganti limbah/ sampah plastik merupakan salah satu penyebab timbulnya kejadian tersebut. Warga sekolah lalu akan melakukan jalan pintas yang mungkin lebih terlihat efektif dan tidak merepotkan yaitu dengan jalan membeli makanan dan minuman yang sebenarnya akan menimbulkan sisa – sisa limbah / sampah plastik.
Dampak yang ditimbulkan
Karena kasus / kegiatan diatas, memungkinkan jumlah limbah / sampah plastik akan bertambah banyak, sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.
Untuk kasus/kegiatan di area SMA NEGERI 1 KASIHAN BANTUL sendiri jika dihitung berapa banyaknya limbah/sampah plastik, dapat mencapai ± 80.000/tahun limbah/sampah plastik dan itu hanya dihitung pada penggunaan limbah/sampah yang hanya mencakup siswa & siswi SMA NEGERI 1 KASIHAN BANTUL jika setiap harinya mengeluarkan limbah/samapah plastik, belum oleh mencapai cakupan seluruh warga sekolah yang akan memungkinkan pengeluaran limbah plastik yang lebih banyak jumlahnya dari 80.000 limbah plastik/tahun.
Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.
Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut.
Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT. Serta kantong plastik yang sulit untuk diurai oleh tanah hingga membutuhkan waktu antara 100 hingga 500 tahun. Akan memberikan akibat antara lain:
• Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
• Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
• PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
• Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
• Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
• Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
• Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
• Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
• Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.
• Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.
Sebagai tambahan pemahaman, saya beberkan beberapa fakta yang berkaitan dengan sampah plastik dan lingkungan:
• Kantong plastik sisa telah banyak ditemukan di kerongkongan anak elang laut di Pulau Midway, Lautan Pacific
• Sekitar 80% sampah dilautan berasal dari daratan, dan hampir 90% adalah plastik.
• Dalam bulan Juni 2006 program lingkungan PBB memperkirakan dalam setiap mil persegi terdapat 46,000 sampah plastik mengambang di lautan.
• Setiap tahun, plastik telah ’membunuh’ hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya.
• banyak penyu di kepulauan seribu yang mati karena memakan plastik yang dikira ubur-ubur, makanan yang disukainya.
Saran / Usaha untuk Menanggulangi
Sebenarnya untuk saran / usaha untuk menanggulangi kegiatan, kasus, dan permasalahan tersebut, mungkin akan terasa tidak mudah diterapkan karena tidak dapat dipungkiri bahwa sampah dan limbah plastik sudah menjadi barang yang tidak dapat terpisahkan oleh kehidupan manusia. Di area SMA NEGERI 1 KASIHAN sendiri sudah disediakan 1 galon/kelasnya yang mungkin dulunya memiliki tujuan agar siswa/siswinya tidak melakukan kegiatan membeli minuman diluar kelas untuk menurunkan jumlah pengeluaran limbah plastik di sekolah kita ini. Namun faktanya masih banyak siswa/siswi yang membeli minuman diluar dan tidak menggunakan sarana galon tersebut sebagai mana mestinya. Malah banyak ditemukan bahwa galon yang disediakan per kelas itu tidak pernah terlihat terurus dan digunakan oleh siswa/siswinya.
Banyak alasan siswa/siswi tersebut tidak menggunakan galon sebagai sarana penunjang aktivitas mereka. Salah satunya karena kurangnya media yang disediakan sekolah, yakni gelas. Gelas tersebut akan memungkinkan siswa/siswinya mengubah pola pikir mereka yang dulunya beranggapan “malas” untuk menggunakan air pada galon tersebut, sekarang akan beranggapan untuk ingin memanfaatkan air pada galon tersebut karena adanya media yakni gelas yang sudah disediakan. Tetapi kegiatan sekolah untuk menyediakan gelas untuk tiap siswanya akan terasa tidak memungkinkan karena mungkin akan dikhawatirkan gelas tersebuat tidak akan terpakai sama nasibnya seperti galon yang sudah disediakan oleh pihak sekolah.
Banyak pula siswa yang beralasan bahwa air didalam galon tersebut terlihat tidak steril dibanding jika membeli diluar sekolah. Padahal faktanya minuman yang dijual diluar tidak memiliki jaminan kesterilannya juga. Siswa/siswi SMA NEGERI 1 KASIHAN tidak memperdulikan bagaimana keadaan minuman yang ada diluar daripada yang ada di dalam kelas yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Itulah kesalahan yang ada dalam pola pikir sebagian siswa/siswi SMA NEGERI 1 KASIHAN. Ada juga yang berpendapat bahwa mereka malas untuk mengisi ulang air tersebut dan lebih memilih membeli air minum diluar, padahal jika dihitung air galon tersebut jika dipergunakan untuk 32 anak, akan habis dalam 4-5 hari dengan harga air ± Rp. 12.000 sampai Rp. 15.000 namun jika anak membeli minuman diluar, pengeluaran tiap kelas ± Rp. 190.000 / 4-5 hari. Pengeluarannya pun jauh lebih spektakuler banyaknya ketimbang menggunakan air galon yang lebih hemat.
Usaha lain yang dapat memungkinkan agar siswa sadar yaitu dengan diadakannya pamflet/brosur/spanduk tentang manfaat dan tujuan sekolah mengadakannya air galon serta adanya perlombaan bertemakan sisi positif dan manfaat air galon akan sedikit demi sedikit merubah pola pikir siswa/siswi. Adanya pembersihan galon yang dilakukan oleh siswa piket dan petugas kelas yang ditunjuk oleh pihak sekolah secara efektif mungkin juga akan merubah kegiatan siswa yang mulanya membeli diluar, sekarang menggunakan air galon tersebut.
Usaha lain mungkin dengan memberikan jumlah minimum pengeluaran sampah/limbah pada siswa, tetapi cara ini mungkin akan merepotkan pihak sekolah karena susah untuk dipantau. Di area luar SMA NEGERI 1 KASIHAN, untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara. Bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi. Kita memang tidak mungkin bisa menghapuskan penggunaan kantong plastik 100%, tetapi yang paling memungkinkan adalah dengan memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), dan mendaur ulang (recycle). Terakhir, mungkin perlu regulasi dari pemerintah untuk meredam semakin meningkatnya penggunaan plastik. Cara itupun dapat kita terapkan di sekolah kita ini. Dengan pihak sekolah memberikan ilmu singkat tentang 3R kepada siswa/siswi SMA NEGERI 1 KASIHAN dengan jalan menerapkan pola 3R pada acara-acara penghijauan atau pada saat praktikum. Siswa akan mengetahui bagaimana cara menanggulangi limbah plastik dengan jalan menerapkan 3R secara individual maupun berkelompok. Tetapi pada dasarnya, usaha untuk menanggulangi limbah plastik adalah tergantung kesadaran pribadi tiap indivunya.
Apakah ini semua Sepele? (Lalu)
ini aku, bersama semua rasa yang aku pendam sendiri. bukan masalah aku tidak terbuka atau aku tak menganggapmu ada, aku hanya takut kau tak bisa menerima apa yang aku rasakan. aku takut kau mengecapku posesif lah, tak bisa menghargai sebagai pasanganlah, tak percaya sama pasangan sendirilah, atau apalah kata-kata yang biasa kau ucap ketika kau berusaha menahan semburat emosimu tetapi tak bisa kau hentikan dan malah semakin menggebu-gebu. aku tidak bicara, ya karena aku tidak ingin kamu marah yang sebenarnya hanya karena masalah sepele. sepele dipikiran, tapi tidak sepele diperasaan. aku bukannya bersifat kekanak-kanakan, tetapi dari pola pandangku, kamu yang tidak bisa mengerti apa yang aku rasakan. mungkin kelihatannya omong kosong ya, membicarakan soal perasaan, mungkin seorang lelaki tidak pernah memikirkan hal itu. mereka hanya melihat apa yang bisa di lihat. tidak pentinglah mengurusi seperti itu, karena mungkin sudah kodratnya wanita itu memiliki perasaan, kadang aku tidak mengerti apa yang kamu fikirkan. kadang aku juga merasa apakah kamu itu tidak pernah memikirkan perasaanku? lalu mengapa kamu memberikan tempat untuk kuisi dan kamu dulu juga membebaskanku untuk mendapatkan posisi sebagai pasanganmu? bahkan kalau bisa kuingat, kamu yang menawarinya. jadi sekarang semuanya tidak berarti? lalu apa? bahkan aku terkadang ingin menjadi seperti mereka yang selalu kau perhatikan meskipun bukan siapa-siapamu, sedang aku? seringkali rasa tak acuhmu itu menghinggapi ketika kau sedang berkomunikasi denganku. apa mungkin dengan mereka kau merasa mendapatkan kenyamanan? merasa mendapatkan hal baru yang indah? yang tidak kau dapatkan dariku? sedang aku? hanya kau jadikan patung? atau hanya seperti onggokan sampah? lalu aku mulai didatangi rasa lelahku mengurusi dan menghadapimu, aku mulai lemah karena selalu berjuang sendiri, tapi sellau saja disaat seperti itu kamu tidak mencari perhataian mereka, tetapi ketika aku kuat, kau malah mengorek-orek perhatian mereka. jadi sekarang yang dapat ku simpulkan apa? kau membuatku lemah disaat hubungan kita baik? dan kau membuat rasa raguku hadir untuk membuat suatu keputusan? aku bingung sebenarnya menghadapimu. terkadang aku ingin memperbaiki hal-hal yang membuatmu marah, aku juga ingin dan berusaha mengubah keadaan terpuruknya kita, tapi apa? sama sekali direspon negatif, dan menurutku malah semakin keruh, seakan semua yang bersalah aku. padahal aku yang berusaha memperbaiki semuanya kan? mungkin dulu iya, ku mengenalmu menjadi pribadi yang mudah untuk memperbaiki hubungan yang mengeruh. tapi sekarang apa? menurutku tingkat kedewasaanmu mulai berkurang dan malah sekarang seperti anak kecil. memperbaiki hubungan saja tidak bisa. meminta maaf duluan saja tidak mau. mengabari duluan saja tidak ingin, selalu menganggap bahwa aku selalu menyalahkannya. lalu apa lagi? jadi aku yang harus memperbaiki semua? jadi harus aku yang dewasa? jadi harus aku yang meminta maaf duluan meskipun aku tak salah dan tak tau kesalahanku apa? jadi harus aku yang mengabari duluan? jadi aku harus menilai diriku ini salah dantidak pernah benar dimataku, dimatamu, dan dimata orang lain? lalu hanya aku sendiri yang memperjuangkannya? lalu kamu hanya diam, pasrah, tak peduli? aku harus bagaimana untuk membuatmu sadar? kukatakan pun, kau tak bisa mendengar dan mengerti apalagi meresapinya supaya kamu bisa mempraktikkannya.seringkali aku tanya apa kamu lelah? kamu hanya berkata tak apa lalu diikuti ekor emosi dan kejutekan dan diperparah lagi oleh rasa tak pahammu. apa semua ini hanya membuang waktu? apa aku salah memilih? apa kamu bukan orang yang tepat? pilihan ata ketepatan sebenarnya itu tergantung kita, hanya saja jika sudah tidak bisa dirubah dan hanya saling menyakiti, untuk apa?sepele bukan?
iya, ini hanya sebuah masalah sepele yang tiada ujungnya karena tidak ada yang mau mengalah dan dua-duanya keras kepala. terus ini tanda apa? tanda ketidak cocokan kita? atau ini memang wajar dialami oleh hampir semua pasangan? hampir setiap hari kejadian ini hadir berangsur-angsur ikut ada disetiap aktifitas kita. entah malam, pagi, siang, sore dan kapanpun itu. rasa bosan, malas, jenuh, jengah, tak peduli, semuanya hadir ketika berada di fase itu. dan entah bingung bagaimana cara untuk mengobati hal tersebut. ya aku tau, kau selalu mencoba memperbaiki dan membenahi semuanya, dan aku hanya serasa mengikuti alur bersama kecuekan ku yang mungkin kamu berfikiran seperti itu. jujur bukan maksud aku menjadi si super cuek mengahadapi hubungan dan masalah kita. aku hanya ingin tau apa yang akan kamu lakukan jika hal seperti ini terus berlangsung. aku juga tidak ingin masalah dan hal-hal lain yang bersifat merusak itu ada dihubungan kita. cuma terkadang kita sendiri yang membuat hadirnya masalah itu tanpa kesadaran kita dan kamu harus tau. iya memang aku juga masih kekanakanakan, tapi tidak selamanya aku yang bersalah. apa aku salah karena aku cuek? aku hanya merasa sedih dan sakit saja dan kamu tak tau itu. apa aku salah karena aku tak pernah minta maaf? aku tak pernah minta maaf bukan berarti aku tak mau memperbaiki semuanya dan mengakui kesalahanku. jujur setiap orang pasti tidak ingin disalahkan. apa aku pernah melukaimu karena aku selingkuh? apa aku pernah membuatmu sedih karena tidak pernah menganggap keluargamu? apa aku pernah menyakitimu karena aku tidak pernah menganggapmu sebagai seorang kekasih? semua itu tidak pernah kan aku lakukan? apa aku kelewat cuek dan tidak pernah memperhatikanmu? ya memang tapi semua itu karena aku sudah lelah menghadapi tugasku disekolah dan tidak sempat memberikan perhatianku kepadamu. apa aku tidak pernah memperbaiki dan membenahi hubungan kita? mungkin pemikiranmu seperti itu, tap aku tau bahwa pemikiranmu lebih dewasa daripada aku. dan kamu harus tau ini hanyalah sebuah masalah sepele yang harus secepatnya kita selesaikan sebelum keduanya salaing menyakiti dan terluka. iya an aku minta maaf karena selalu menjadai seperti ini didepanmu,
March 09 2013 07:50pm
March 09 2013 07:50pm
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
